Wednesday, January 20

21.57

Halo

Kota yang kusinggahi semenjak 20 tahun yang lalu ini terasa dingin. Memang dingin. Kulihat di hp ku bahwa malam ini suhu mencapai 27 derajat celcius.

Masih dalam taraf hangat, seharusnya. Namun karena aku tinggal di negara tropis, bila suhu di kotaku menginjak angka 27 pun aku senang. Malam ini, aku tidak akan tidur dalam keadaan berkeringat.

Dalam suhu 'sedingin' itu, seharusnya aku sudah terlelap sejak satu jam yang lalu, namun realitanya aku masih melihat layar handphone ku dan mengetik beberapa kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan pada akhirnya membentuk paragraf yang tidak ada artinya.

Atau mungkin ada, namun tak terartikan.

Atau mungkin aku hanya meluapkan sisa-sisa rinduku yang tidak pernah aku luapkan.

Aku tidak pernah mengucapkan "Aku rindu denganmu." atau hanya sekedar "Apa kabar?" untuk sedikit mengurangi rasa rinduku. Tidak pernah. Hal ini terdengar menjijikkan, dan aneh untuk diucapkan. Atau aku hanya malu, dan merasa canggung untuk (paling tidak) mencoba mengatakannya. Namun sekali lagi, tidak pernah.

Tapi, mungkin, sekarang aku bisa sedikit sedekat melepasnya.

----------------------------------------------------------------------

Halo, 

Bagaimana kabarmu? Apakah semua berjalan dengan baik?

Tidak banyak yang ingin aku katakan, aku hanya ingin menyampaikan tiga poin penting. Semoga kau berkenan membalasnya, atau hanya sekedar membaca dan memaknainya.

1. Semoga kau akan selalu baik-baik saja.
2. Jaga kesehatanmu.
3. Aku rindu kamu.

Selamat malam, semoga Tuhan selalu menjagamu dalam keadaan apapun termasuk ketika kamu sedang terlelap dalam mimpimu.

No comments:

Post a Comment