Tuesday, December 15

2015

Siapa yang mengira bahwa 2015 akan berakhir secepat yang saya rasa.
Dalam 15 hari lagi, 2015 akan pergi. Tidak diduga bahwa 2015 akan meninggalkan banyak kesan berharga dan menyenangkan, sekaligus ada kesan menyebalkan menyempil di tengah-tengah. Tapi saya tidak peduli; yang saya pedulikan di 2015 ini adalah, saya mendapatkan banyak hal yang harus dijadikan notes dan refleksi diri.

2015; adalah tahun dimana saya harus belajar skala prioritas. Memang sih, di tahun sebelumnya pun saya sudah mempelajari itu, namun skala prioritas di tahun 2015 sungguh membuat saya bingung. Apa yang harus saya prioritaskan? Tugaskah? Organisasi? Keluarga? Teman-teman? Kebutuhan pribadi? Mengingat saya adalah orang yang cukup egois dan ketergantungan, seringkali saya mementingkan kebutuhan pribadi yang berdampak pada rasa puas dan senang dalam diri. Haduh, hal-hal yang seperti itu rasanya harus dikurangi.

2015; adalah tahun dimana saya harus belajar apa itu sesungguhnya keikhlasan. Ikhlas? Dalam hal apa? Apapun. Disaat saya harus melepaskan apa yang benar-benar saya inginkan, di tahun ini saya harus melepaskan itu lagi, meskipun di tahun 2014 saya sudah melepaskannya. 2015 adalah kesempatan terakhir saya, dan saya tidak mendapatkannya. Seingin itu, to? Iya. Seingin itu hingga saat mengerti bahwa tak ada lagi kesempatan bagi saya, saya sedih. Sebenarnya banyak sih, kesempatan. Tapi apakah waktu akan mengizinkan? Apakah Allah akan memberikan? Tidak tahu. Yah, apa salahnya untuk mengikhlaskan dimulai dari sekarang?

2015; adalah tahun dimana saya harus lebih bisa jujur. Kepada siapa? Kepada diri sendiri, terutama. Banyak sekali kebohongan yang saya pikirkan hanya untuk menyenangkan dan menenangkan diri sendiri. Serta, banyak sekali hal yang saya lakukan hanya untuk memberikan impresi yang bagus kepada orang lain, dan hal ini termasuk kebohongan besar yang saya lakukan demi pride diri sendiri. Saya tidak tahu, bahwa menjada pride adalah sebuah keburukan atau tidak, namun karena terlalu ingin menjaga pride, seringkali saya malah berbohong pada diri sendiri. Hal seperti ini, yang membuat saya lelah dan harus selalu memasang topeng. Exhausting.

Masih banyak hal yang saya pelajari di tahun 2015. Tiga paragraf di atas hanyalah permulaan. Masih ada 15 hari lagi hingga 2015 berakhir; Can I make it well?

No comments:

Post a Comment