Friday, September 4

Where's the Good in Good Bye?

saya selalu menyalakan musik untuk menemani saya selama perjalanan dari kampus menuju rumah yang (padahal) hanya menyita waktu 15 menit. tiba-tiba dari speaker, terdengar sebaris lirik lagu yang kira-kira berbunyi seperti ini:

'where's the good in good bye?'

sebenarnya bukan hanya itu saja konten dari lagu tersebut. ya kalian pasti tahulah, lagu apa yang saya maksud. termasuk musisi favorite saya juga, sih.

hmm. where's the good in good bye. sejenak, saya membenarkan hal itu. mana bagusnya sih mengucapkan selamat tinggal? bukankah itu hal yang tidak baik?

selamat tinggal itu menyedihkan, menurut beberapa orang yang mengalaminya. banyak hal yang harus saya lepaskan, namun kata orang lain life must go on. meskipun sedih, saya harus tetap menjalaninya. 

he.
kayak ada yang harus dilepaskan saja. 

memang ada. banyak hal yang harus saya ikhlaskan dan saya sudah sering ungkapkan di site ini. melepaskan tidak melulu soal cinta, meskipun hal itu salah satunya, namun semua orang rasa-rasanya pernah setidaknya satu kali dalam hidupnya untuk melepaskan.

melepaskan barang yang hilang, melepaskan orang yang disayang (untuk bersama yang lain, aihmate), melepaskan jurusan yang sudah diimpi-impikan (aihmate), dan lain sebagainya.
melepaskan itu sakit. gilew bro.

tapi kita sadar gak sih, bahwa rasa sakit karena melepaskan itu hanya sementara? ketika kita kehilangan sesuatu, paling lama kita sedih mungkin seminggu dua minggu. atau setahun. mungkin bertahun-tahun itu kita sedih, namun tidak secara terus menerus. 

selalu ada pelajaran dari melepaskan. sesuatu yang bisa kita dapatkan agar kita bisa menerapkannya di kemudian hari. atau, ada hal yang bisa kita petik dari sana namun sayangnya kita adalah manusia yang tidak peka dan egois sehingga kita hanya bisa sedih, sedih, dan sedih.
hmm.

tidak selamanya melepaskan itu sedih.
ketika kita mempertahankan terlalu lama, bisa jadi itu justru menjadi hal yang menyakitkan namun kita tidak sadar.

bila waktu itu saya tidak kehilangan tas berisi hp, ipod, dompet dll, mungkin sampai sekarang saya akan mejadi orang yang tidak pandai bersyukur.

bila waktu itu saya tidak dengan sengaja melepaskan (hem) nya, mungkin sampai sekarang saya tidak mengerti bahwa ia bisa membuat saya lebih sedih dari waktu itu.

bila waktu itu saya lolos di jurusan itu, mungkin saja saya tidak bertemu teman-teman yang menyenangkan dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan pula di jurusan saya sekarang.

entah sudah berapa kehilangan yang saya alami, memang menyedihkan, tapi akan selalu ada pelangi setelah hujan.

yah... semua hal memang ada plus dan minus. kembali lagi ke diri kita sendiri, apakah kita mampu untuk melihat dunia tidak hanya dari satu sudut pandang saja?

i guess i can find where the good in good bye is.

No comments:

Post a Comment