Tuesday, September 22

Lagi-Lagi tentang 'Cantik'

Women are beauty fighter. 

Banyak perempuan berkorban banyak untuk menjadi cantik. Meskipun banyak pula pihak yang mengatakan bahwa 'The real beauty is from what's inside the heart" tapi menurut saya, itu pun hal yang sangat bullshit. Kita hanya manusia biasa, loh. 100% saya yakin, kita masih menggunakan penampilan sebagai impresi pertama.

Saya tidak heran dengan hal seperti itu. Toh, saya juga memberi impresi kepada orang untuk pertama kali ya dari penampilannya. Menurut saya tidak salah. Kita tidak bisa menebak seperti apa dia sebenarnya. Apakah baik hati, seperti malaikat? Apakah jahat, seperti Voldemort?

Kembali lagi ke awal. Saya pun bukan Tuhan.

Untuk kaum wanita, menjadi cantik itu harus. Saya sudah pernah menulis bahwa persepsi tentang cantik sekarang berkembang begitu menakutkan. Siapa kira bahwa model-model di majalah yang cantik pun bahkan melewati sebuah fase bernama sunting atau edit agar mereka terlihat sempurna? Apakah cantik yang diinginkan pasar begitu rumit?

Sehingga kemudian sebagian dari kaum wanita berupaya untuk tampil indah. Menggunakan banyak bahan kimia untuk menjadi cantik. Make up itu merupakan bahan kimia, loh. Resiko untuk memakai make up sesungguhnya lumayan, bila terlalu sering. Hal itu dikarenakan oleh bahan kimia yang terkandung dalam make up. Namun, ajaibnya make up masih sangat diminati dan sebagian orang bahkan ketergantungan dengan make up.

Saya mungkin salah satu orang yang ketergantungan dengan make up. Tanpa make up, saya terlihat sangat kumal dan menyedihkan... Hahaha. Alis botak. Bibir tidak pink merona seperti kebanyakan orang. Tapi ya, saya terlahir seperti ini. Bersyukur jelas, daripada tidak punya alis dan bibir sama sekali. Dan saya kira wajar untuk menggunakan make up untuk menutupi kekurangan dalam kelebihan yang saya miliki.

Hingga pada akhirnya saya ketergantungan pada make up, dan tidak percaya diri bila keluar rumah tanpa menggunakan apapun di muka saya. Dengan memakai make up saja saya banyak dicela oleh orang-orang di sekitar saya. Katanya, saya tidak natural. Katanya, make up yang saya pakai terlalu menor (padahal cuma pensil alis dan lipstick). Katanya... Katanya...

Haduh. Capek ya, jadi saya. Hahaha. 

Engga ding. 

Nah, memang banyak wanita yang menggunakan make up dan mendapat banyak hujatan oleh orang-orang disekitar mereka. Saya sih, gapapa dihujat. Sudah biasa. Hahaha. Yang saya pikirkan dari hal ini adalah: banyak orang yang tidak mengerti standar kepercayaan diri seseorang. Seperti saya. Saya tidak mengerti standar kepercayaan diri adik saya sendiri. Apakah dia PD dengan dia yang biasa saja, ataukah dia PD dengan memakai bedak, liptint, dll.

Kita tidak tahu apakah satu kalimat, "Ih warna lipstick kamu terang banget dah." sebenarnya cukup nohok bagi orang yang menggunakannya, loh. Memang sih, maksudnya mengingatkan. Mungkin memang warna terang tidak cocok di wajah dia. Mungkin... Mungkin...

Tapi kalau memang warna itu yang dapat membuat ia merasa percaya diri?

Sekali lagi, kita tidak tahu standar kepercayaan diri seseorang lainnya. 

Bila memang tidak cocok, ya cukup ingatkan dengan baik. 

"Kayaknya kamu lebih cocok pakai warna lembut deh."

Bukankah dengan memberi saran justru lebih nyaman didengar?

Saya begitu terkesan dengan video di bawah ini. Semoga teman-teman bisa meresapi, seberapa pentingkah kecantikan bagi seorang wanita.

Dan kami hanya butuh dihargai.



No comments:

Post a Comment