Saturday, August 15

Malam Minggu isn't a Problem

sekarang, orang-orang mulai lebih banyak menggunakan instant messaging 'line' sebagai pegangan sehari-hari. walaupun masih ada whatsapp dan bbm, namun mayoritas orang di sekitar saya masih menggunakan line dari masa kejayaannya dua tahun lalu.
makin kesini, aplikasi ini semakin canggih. orang-orang mulai menggunakan 'line' bukan hanya sebagai instant messaging, tapi juga social media, dikarenakan ia memiliki fitur menulis atau mengunggah foto di feed. jadi, kita bebas berekspresi dan melihat ekspresi orang lain pula dalam bentuk foto, tulisan, video, dan lain-lain.
nah.
inti dari post kali ini adalah;
one day, saya melihat post tentang 'bahaya stereotype' yang beredar di masyarakat. ehm.
ada beberapa hal yang saya tidak suka dan kian tumbuh di lingkungan ini. contoh: tidak pergi malam minggu-an itu menyedihkan, pathetic, menunjukkan kesendirian, tidak punya pasangan, ya initnya menyedihkan. awalnya, saya pikir ini hanya guyonan saja, tapi lama-lama annoying, kan?
do you feel the same thing with me? #carimassa
awalnya pun saya menggunakan hal itu sebagai candaan biasa untuk mengejek teman-teman saya. lama-lama, banyak orang tidak bersyukur yang menggunakan alasan ini sebagai 'bahan curhatan' di timeline.
i was like
really? tidak pergi malam minggu-an adalah masalah terbesarmu saat ini?
stereotip di masyarakat bahwa tidak pergi malam minggu adalah hal buruk adalah hal yang paling menyedihkan sejagad raya. hah. persetan.
masih banyak contoh stereotype yang tai di masyarakat, tapi hal itu yang paling mengganggu saya. bukan, bukan karena saya tersindir, tapi karena banyaknya umat manusia yang sering complain bahwa malam minggunya hanya dihabiskan dengan tidur di rumah dengan alasan jomblo. 
astagfirullahaladzim, bantu hambaMu untuk menjadi kuat.
i don't know again, menjadi jomblo pun juga dibully.
hadeh.
help me, pelase, people.

No comments:

Post a Comment