Wednesday, August 12

apakah kamu pernah merasakan di posisi terjepit? 
bukan terjepit di antara dua benda. tapi terjepit di antara dua posisi.
ya boleh lah untuk merasa agak bimbang. 
sebetulnya, bimbang dan agak sedih untuk berada di posisi ini. 
lalu ujung-ujungnya saya cuman bisa menyesal. teruuus menyesali hal yang telah saya perbuat selama beberapa bulan yang lalu.
mungkin kamu dan kamu pernah membaca penyesalan saya tahun lalu yang tidak bisa lolos ke pilihan pertama di admission universitas negeri. yaelah, kayak punya banyak pembaca aja.
haha.
hm, itu terjadi lagi. di tahun kedua, saya gagal lagi. sebetulnya saya pun tidak mau merasa sedih atau menyesal, karena selama setahun ini saya berusaha untuk 'betah' dan 'bahagia' di tempat saya berada. ya saya emang senang, betah, dan…. entahlah, intinya saya senang berada di jurusan ini. cukup mengikuti passion, meskipun di beberapa matkul saya agak 'ketakutan' dikarenakan saya yang tidak menguasai bidang tersebut (yak, struktur dan konstruksi, my biggest fear). 
yang saya takutkan adalah, apakah dengan menggeluti bidang ini, nantinya hanya saya yang akan bahagia? 
maksudnya waktu kamu suka sama seseorang gitu nantinya orang tua kamu ga setuju, ya yang bahagia hanya kamu. gitu deh intinya. huehue, maaf saya sukanya nyambungin sama yang begitu-begitu.
tapi ini dalam kasus jurusan sih.
setelah satu tahun berlalu, keadaan masih belum berubah. saya kira, saya sudah membuang rasa bersalah itu jauh-jauh.
ternyata belum. 
mendapatkaan kata 'maaf' dari website admission salah satu universitas saja cukup membuat saya menangis. dan, saya tidak tahu mengapa saya menangis. padahal sudah delapan kali saya tidak lolos dalam admission ke sekolah (ya taulah sekolah yang saya maksud. masa gatau, kalo gatau berarti kamu kamu bukan teman saya). kegagalan saya yang kedelapan, gatau kenapa, membuat saya sedih.
apakah saya sedih karena saya gagal? atau saya menangis karena merasa bersalah?
yah. sedih lagi kan sekarang…
itulah posisi saya sekarang. bingung. sebetulnya saya masih punya satu kali kesempatan di tahun 2016. tapi di tahun itu, umur saya sudah 20 tahun.
cukup tua untuk mahasiswa semester satu.
disaat teman saya yang lain sudah berbangga memakai toga dan bekerja di tempat yang necis, saya masih berkutat di semester lima dan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan studi tepat waktu.
belum lagi harus ini dan itu setelah menggapai gelar sarjana.
namun bila saya tetap di tempat ini, mungkin saya akan diikuti rasa bersalah.
emang kamu sendiri ingin bidang apa untuk digeluti?
saya sendiri selalu menyalahkan diri sendiri karena saya terlalu fleksibel untuk berada di semua bidang. aelah. gaya. dengan kata lain: saya sendiri tidak tahu passion sendiri.
i need to go to orang yang bisa membantu untuk menemukan apa sebenarnya passion saya.

No comments:

Post a Comment