Wednesday, January 7

Post dibawah sudah menjelaskan tentang bagaimana persepsi orang tentang 'cantik' sudah mendekati menakutkan, menurut saya. Bahkan sudah menakutkan. Saya berpikir bahwa kedepannya, semua perempuan akan 'berbentuk' sama, untuk menjadi cantik. Skinny, white skin, thigh gaps, rambut belah tangah yang terurai panjang dengan sedikit ikal di bagian bawah…

Semua wanita memimpikan itu. 

Apakah sebuah kecantikan hanya datang dari beberapa hal itu? Lalu bagaimana dengan orang yang terlahir dengan dark skin? Orang yang susah diet? Orang yang terlahir bukan seperti itu?

Perempuan akan melakukan segalanya untuk menjadi cantik. Rela membeli make up beratus-ratus ribu untuk menutupi kekurangan dalam mukanya. Berhasil, memang. Make up tersebut dapat membuat banyak perempuan menjadi percaya diri, karena berhasil menutupi kekurangan di mukanya. Bila hidung mereka tidak mancung, cukup shading saja daerah samping hidung. Bila bibir pucar, cukup pakai lipstick, liptint, atau lipcream - dan sebagainya.

But you know what people's type nowadays. Sedetik kemudian banyak pendapat muncul:

"Fake banget lo pake make up."
"Lo cantik, tapi gak natural."

What the…hell?
Banyak perempuan yang sudah berkorban hanya untuk menjadi cantik, dan tidak sedikit pula dari mereka yang menerima cemoohan how fake she is dan semacamnya. Just take a second, deh. When you've tried to be beautiful dan berakhir dengan cemoohan orang di sekitarmu, how does it feel?

I appreciate orang-orang yang mau berusaha. Berusaha belajar make up untuk memperbaiki diri. Saya menghargai orang-orang yang rela diet hanya untuk menjadi skinny and fit the clothes. Saya juga mengappreciate orang yang mencintai diri apa adanya.

I think we just have to appreciate each others, ya kan?
Dan ada baiknya persepsi orang tentang kecantikan perlu diubah.
Bukankah menakutkan bila kemudian all the girls look same, karena mereka mempunyai persepsi yang sama tentang cantik? That's it.
Beauty comes in every way. Kadang kita hanya tidak sadar akan hal itu…

Bahkan model di majalah sudah di photoshop berapa kali agar mencapai 'standar perfect' media :) 

It just…. hurts.

Karena wanita berharga.
Itulah yang harus disadari para wanita.





No comments:

Post a Comment