Tuesday, July 8

Pemilu 2014

Bismillahirrahmanirrahim
H-1 pemilihan presiden di Indonesia. Saudara-saudara kita yang berada di luar negeri sudah memberikan hak pilihnya. Besok, giliran kita! 
Yak, akhirnya, pemilu juga. Banyak sekali pendukung capres-cawapres di sosial media yang mati-matian mendukung, dan tak sedikit yang merembet ke kampanye negatif yang cukup membuat saya pusing. I mean, dukung mah dukung aja gausah sampe segitunya ah, got it? Tapi ya apa boleh buat, siapa sih saya ini, dibandingkan banyaknya orang yang melakukan negative campaign di sosial media? Hahaha.
Bukannya saya sok suci dan mau menasihati. Saya, sebagai orang biasa yang berada di sudut Indonesia ini malah melihat pemilu kali ini cukup membuat sebagian rakyat Indonesia terpecah menjadi dua kubu; pendukung si nomor satu dan pendukung si nomor dua. People, what's wrong with you? 
Pemilu kali ini pun menyadarkan saya bahwa: Satu kejelekan cukup menutupi kebaikan seseorang, sebanyak apapun itu.
Tidak percaya?
Yaaaah cukup dilihat, pendukung nomor satu yang menjelek-jelekkan si nomor dua, bahwa beliau tidak pantas menjadi orang nomor satu di Indonesia, karena kepiawaiannya dalam berbahasa Inggris termasuk kurang, dan menjadi masalah nantinya untuk melakukan kerjasama Internasional dengan negara lain. Memang betul, saya juga lumayan setuju dengan fakta ini. Namun, di lain sisi, kita dibutakan. Lupakah kalian, si nomor dua ini masuk dalam jejeran pemimpin terbaik kelas dunia?
Contoh lain, pendukung nomor dua yang menjelek-jelekkan si nomor satu, bahwa beliau memiliki catatan hitam (kejadian tahun 1998, siapa sih yang tidak tahu?). Sudah, hal itu yang dijadikan senjata oleh pendukung si nomor dua. Mereka bilang, bila si nomor satu ini jadi presiden, nanti rakyat dibayang-bayangi kejadian tahun 1998: rusuh, penculikan, dsb. Nah, di sisi lain, ternyata di nomor satu ini telah berhasil menyelamatkan 300 TKW. Bayangin loh, menyelamatkan 300 TKW. Mulia? Iya. Sekali!
Masing-masing capres-cawapres pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal kita aja nih, rakyat Indonesia, siap ngga menerima kekurangan dari si capres? Saya yakin, siapapun capresnya, pasti akan membawa Indonesia menjadi lebih maju. Potensi dari si nomor satu dan nomor dua pun lumayan menjanjikan. :)
Bismillah, semoga pilihan rakyat besok adalah yang terbaik!

No comments:

Post a Comment