Monday, May 5

Nanti Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa?

aku ingat betul, saat aku masih sebagai anak TK, my teacher asked me mau jadi apa saat nanti sudah dewasa. saat itu, aku yang masih polos tentu menjawab, "mau jadi dokter, bu guru." dan guruku hanya tersenyum dan menatap anak didiknya dengan puas. 

saat masih kanak-kanak, menjawab cita-cita seakan sudah menjadi pertanyaan sehari-hari dan tidak perlu waktu panjang untuk menjawabnya. tapi rupanya sekarang sudah berubah. menjawab pertanyaan, "emang cita-cita kamu sebenernya apa, sih?" takes forever. it takes forever! yes. i really mean it. 

rasanya, membedakan apa cita-cita saya yang sebenarnya dan cita-cita orang tua terhadap saya sudah cukup susah. aku tidak bisa membedakan, mana yang cita-citaku, dan mana yang cita-cita orang tua. ya, begitu. jadi tidak heran apabila saya masih menjawab, "nggg gatauuu deeeeh." saat ditanya orang-orang apa cita-cita saya.

namun, mengingat keinginan saya waktu TK dulu untuk menjadi dokter…
bukannya benci untuk menjadi dokter. bukannya aku tidak mau. siapa sih, yang tidak mau menjadi dokter? beribu-ribu orang mengejar profesi itu. segala cara ditempuh, demi menjadi dokter. rela bersaing ketat untuk memperebutkan satu kursi fakultas kedokteran, pendidikan dokter. but, i really don't know, what profession will i take soon. 

menjadi dokter, menurut saya adalah sebuah kehormatan. merelakan waktu untuk membantu orang lain. nyawa memang urusan tuhan. namun, dokter seakan ikut mengambil alih apa yang sudah dikehendaki tuhan tsb. aku ingin menjadi salah satu dokter yang diharapkan orang-orang untuk dapat membantu menyembuhkan mereka. aku juga ingin, bekerja di klinik/rumah sakit dan menjadi andalan orang ketika terjadi sesuatu dengan tubuh mereka. tapi yang paling aku inginkan saat ini adalah, melihat orang tua aku, terutama ibu, melihat anaknya memakai jas dokter sama seperti yang beliau kenakan. memiliki profesi yang sama dengan mama, that's happiness. meneruskan profesi mama. 

lagipula, orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya lolos ke jenjang pendidikan dokter?

klise. menurut aku, semua prodi dan fakultas itu membanggakan. 

apapun profesi yang aku ambil nanti, semoga aku suka, dan diridhoi orang tua. halal, dan dapat membawaku menuju gerbang kesuksesan.

sukses ada di tangan aku, ya aku tau.

No comments:

Post a Comment