Monday, December 30

untitled

dear you,
thank you for warming my heart when it gets cold. :)

Sunday, December 22

Something

saya adalah tipe orang yang tidak bisa meluapkan kemarahan.
waktu beberapa orang di sekitar saya mengetahui hal ini, mereka berkata, "bagus dong. jadi kamu jarang marah-marah, pinter jaga perasaan orang."
eh?
you're so wrong.
yah, saya juga manusia. bisa dong merasakan marah, sedih, tersinggung, and another emotional feelings. saya bisa mengekspresikan senang, bangga, tapi kalau marah justru saya tidak bisa meluapkan. cuma bisa diam. dan itu tidak baik.
mbatek ning ati, kata orang jawa bilang.
jadi… ya curhat aja deh.
di sekitar kita pasti banyak deh orang yang menjadi penyebab dari rasa senang, sedih, bahagia, atau marah. dalam suatu keadaan, ada seseorang yang sangat membuat saya marah. sebut saja x, haha. waktu itu kami sedang di sekolah, bercanda seperti biasa dengan teman-teman yang lain. namun ada suatu percakapan, entah sengaja atau tidak (atau ia kalau bercanda kadang ga bisa dikontrol) yang sangat menyinggung saya. ya, kalau itu bercanda sih i never take it serious, tapi… ya sudahlah, pasti kalian pernah merasakannya. jokes are jokes, tapi kalau itu berlebihan, jokes aren't longer jokes. that's shit. sebagai orang normal, saya harusnya menanggapi dengan selayaknya, tapi saya cuma diam, dan berkata-kata dalam hati hahaha. jangan ditiru.
being expressive is totally necessary in some conditions.

Wednesday, December 11

i ask everyone what shall i do.
everyone asks me to let go.
i say, "okay, just see."
and it never happens.
it starts to be so hard, but i'll stay.