Wednesday, December 26

26 Desember 2012

Kamera dapat mengabadikan gambar wajahmu dengan sangat apik. Jernih, bagus, dengan berbagai teknik yang dikuasai oleh fotografer kelas atas. Kamera menjadikan wajahmu terabadikan, dan kemudian dicetak. Bisa kau pasang di rumah, di tembok kamarmu, atau bisa saja tidak usah kau cetak. File foto kau itu dapat disimpan diberbagai gadget yang kamu punya.

Sayang, foto itu bisa hilang kapan saja. Beberapa lama lagi, foto itu akan usang. Termakan oleh waktu. Ya, waktu pun tak segan untuk memakan banyak memori yang telah diabadikan dengan alat canggih.

Saatnya bersyukur pada Allah SWT karena Dia menciptakan indera penglihatan.

Sekali aku melihat kamu, untuk yang pertama kali, mungkin aku tidak tertarik. Untuk yang kedua-kalinya, ketiga-kalinya, keempat, kelima.. Dan seterusnya, wajahmu itu semakin melekat dan tidak terlepaskan dari otakku. Seakan tidak akan hilang. Seakan itu akan bertahan selamanya. Wajahmu memang akan berubah, termakan usia. Tapi bukan berarti aku melupakan bagaimana siluet wajahmu saat pertama kali kita bertemu. Waktu memang memakan usia dan sebagian ingatanku. Namun tidak, untuk sebuah memori yang spesial. And you're counted in. Ingatan ku tentang kau seperti tidak pernah usang.

Bukankah mataku lebih canggih daripada kamera? Hehe.

No comments:

Post a Comment